SELAMAT DATANG DI AHLUL BAIT NABI SAW

AHLUL BAIT NABI SAW: Media Agama Dan Hati Umat Islam * Media Persatuan dan Kesatuan Sunni Dan Syiah


Berbekal slogan jihad teriakan “takbir”, dunia terkesima ketika sekelompok manusia mampu mempertontonkan aksi eksekusi sadis penyembelihan kepala puluhan bahkan ratusan manusia dipublish ke dumay. Dari mana akar pembenaran kekejaman ini berasal ?

Bagaimana kita bisa memahami basis pemikiran sekelompok orang yang menganut Takfirisme bisa mengamalkan agama teror, berdarah dingin dalam membunuh, memenggal kepala, memperkosa wanita, meledakkan situs sejarah & membom masjid orang-orang yang berbeda pandangan dengan mereka? Mari kita kenal satu ajaran kuno Persia;Manicheanisme!

Manicheanisme didirikan oleh seorang Nabi Zoroastrian bernama Mani, selain sangat perennial, ia juga menekankan bahwa inkarnasi Tuhan itu meliputi hadirnya sifat kebinatangan dalam diri manusia. Mani sangat aspiratif terhadap sifat kebinatangan manusia sebagai unsur kekuatan manusia, yang dalam menegakkannya perlu sifat-sifat ilahiah. Teologi manicheanisme dalam sejarah kehidupan beragama di Persia sangat popular ketimbang
(1) mazdaisme
(2) magian
(3) mazdakisme.

Lewat falsafah rahim manikheanisme inilah takfirisme dilahirkan.

Manikheanis, adalah orang-orang yang secara kaku meyakini bahwa realitas itu hanya ada dua bentuk; hitam & putih, cahaya & kegelapan, benar & salah. paradigma yg lahir dari sintesa dualitas wujud Zoroasterian inilah yang melahirkan pikiran; “saya benar absolut”, selanjutnya berarti anda salah mutlak. saya Muslim berarti anda KAFIR! Saya dapat surga sedangkan anda pasti masuk neraka! tidak ada gradasi, tidak ada kompromi!


Bagaimana dengan Islam? Islam adalah ideologi Tauhid yang meyakini bahwa Realitas itu hanya satu, Tunggal. hanya ada Cahaya. hanya ada kebaikan. selainnya adalah non wujud. tak ada wujud bernama ‘kegelapan’, yang ada adalah ‘tiadanya/kurangnya cahaya’. bayangan adalah tiada/kurangnya cahaya. dan karenanya wujud itu tergradasi sesuai dengan kedekatannya dengan sumber Cahaya. semakin dekat dengan Cahaya, semakin ia sempurna.

Orang yang memahami Tauhid dengan benar, karena itu ia tak akan terjebak dalam pola pikir takfirisme-manikheanis yang cara berpikirnya hitam-putih itu. yang mudah mengvonis sesat-bid’ah-kafir pada orang yg berbeda pemahaman dengannya. ia memahami bahwa segala yang ada adalah tajalli Kebenaran-Nya. yang bergradasi, bertingkat-tingkat. dan ada di mana-mana. ya, Kebenaran itu tak melulu di madzhab Anda, ia bisa ada di mana saja.

Dan karenanyalah dalam keberagaman gradasi wujud ini, ia selalu mencari titik temu: CINTA yang menyatukan…. Salam Bahagia…, Salam 12 Imam

Renungan Malam 9 Ramadhan 1436H
PanzerAma@GagakRaya
GedungSateBandoeng

(MahdiNews/ABNS)

0 komentar:

Sejarah

ABNS Fatwa - Fatwa

Pembahasan

 
AHLUL BAIT NABI SAW - INFO SEJARAH © 2013. All Rights Reserved. Powered by AHLUL BAIT NABI SAW
Top